Program Pembiasaan Islami, Siswa SMP Muhammadiyah 50 Medan Baca Al-Qur’an Sebelum Berbaris
Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 50 Medan terus berkomitmen untuk menjalankan program pembiasaan Islami di lingkungan pendidikan. Salah satu kegiatan rutin yang menjadi sorotan adalah kegiatan siswa yang membaca Al-Qur’an sebelum melakukan kegiatan berbaris. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian oleh siswa sesuai dengan jadwal.
Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada para siswa. Bacaan tersebut mencakup surat-surat pendek seperti Al-Fatihah atau An-Nas, yang dihafalkan oleh sebagian besar siswa. Suara bacaan yang khusyuk terdengar di seluruh area sekolah, menciptakan atmosfer yang tenang dan penuh khidmat.
Kegiatan ini bukan hanya ritual, tetapi juga bagian dari kurikulum pembiasaan yang diterapkan oleh sekolah. SMP Muhammadiyah 50 Medan, yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis agama. Dengan membaca Al-Qur’an sebelum berbaris, siswa belajar disiplin, fokus, dan rasa hormat terhadap kitab suci. Para siswa, yang berusia antara 12 hingga 15 tahun, terlihat antusias dan terbiasa dengan rutinitas ini. Mereka mengenakan seragam sekolah yang rapi, dengan beberapa siswa perempuan mengenakan jilbab, menunjukkan keragaman namun kesatuan dalam kegiatan.
Manfaat dari program ini terlihat dalam perkembangan siswa. Guru-guru di sekolah melaporkan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan hafalan Al-Qur’an dan memperkuat iman siswa. Selain itu, bacaan Al-Qur’an sebelum berbaris juga berfungsi sebagai pemanasan spiritual, mempersiapkan siswa untuk menghadapi hari dengan pikiran yang jernih dan hati yang tenang. Orang tua siswa pun mendukung inisiatif ini, karena mereka melihat perubahan positif dalam perilaku anak-anak mereka di rumah.
SMP Muhammadiyah 50 Medan dikenal sebagai sekolah yang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik. Dengan lokasi di Medan, sekolah ini melayani siswa dari berbagai latar belakang, namun tetap menjaga identitas Islami yang kuat. Program pembiasaan seperti ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk mengintegrasikan nilai agama dalam kegiatan sehari-hari.